Avrupa Ekonomik Alanı’nda (EEA) havacılık, 2019’da yaklaşık 147 MtCO₂e yayımlamıştı ve bu, ulaşım kaynaklı sera gazı emisyonlarının %13’üne denk geliyor. Bu veriler, AB’nin turizm ve havacılık politikasını şekillendirmesinde emisyon baskısının ne kadar ciddi olduğunu gösteriyor.
Intensitas Karbon Pariwisata: Keseimbangan Ekonomi dan Lingkungan
- Menurut statistik Komisi Eropa, intensitas emisi gas rumah kaca dari ekosistem pariwisata meningkat pada periode 2019-2021: dari 48 menjadi 64 ton/juta € PDB dalam ekuivalen CO₂.
- Peningkatan ini sangat tinggi di beberapa Negara Anggota: Estonia, Polandia, Slovakia, dll., di mana ton CO₂-eq/juta € berkisar antara 110-174.
- Di sisi lain, sektor pariwisata di Eropa telah berhasil memisahkan sebagian pertumbuhan ekonomi dan emisi karbon: Antara tahun 2010 dan 2019, pendapatan pariwisata tumbuh rata-rata sebesar %2.1 per tahun, sementara emisi gas rumah kaca hanya meningkat sebesar %0.3.
- Hal ini berarti bahwa sektor pariwisata menjadi lebih efisien, namun hal ini tidaklah cukup; intervensi kebijakan yang lebih sistematis diperlukan untuk mengurangi emisi.

Dampak Kebijakan Emisi terhadap Pariwisata: Persaingan, Permintaan dan Pergeseran Rute
- Sebuah studi akademis menemukan bahwa perluasan Skema Perdagangan Emisi Uni Eropa (ETS) mengurangi jumlah penerbangan, pasokan kursi dan emisi, tetapi tidak mengurangi jumlah penumpang.
- Hal ini menunjukkan bahwa maskapai penerbangan bergerak menuju operasi penerbangan yang lebih efisien, tetapi permintaan belum sepenuhnya jatuh.
- Di sisi lain, gagasan untuk memperluas penetapan harga karbon Eropa (ETS) ke seluruh penerbangan antarbenua dianggap berpotensi menghasilkan pendapatan sebesar €1,1 triliun.
- Ekspansi tersebut dapat menyebabkan pergeseran rute di destinasi liburan seiring dengan meningkatnya biaya: wisatawan mungkin akan tertarik pada rute yang lebih murah atau tidak terlalu terpengaruh oleh batasan karbon.
Pesan Politik: Piagam Hijau Uni Eropa Bersifat Strategis, Bukan Hanya Lingkungan
Kebijakan emisi Eropa tidak hanya membawa agenda lingkungan tetapi juga pesan ekonomi dan geopolitik. Di sektor pariwisata, Uni Eropa mengadopsi pendekatan yang tidak mengatakan “menjadi lebih hijau”, melainkan “membuka pasar untuk yang hijau”.
Pertanyaan penting bagi Turki adalah: Apakah mungkin untuk mengambil posisi daripada tetap pasif dalam transformasi ini? Jika Turki tidak dapat dengan cepat menetapkan strategi dalam isu-isu seperti efisiensi energi, akomodasi berkelanjutan dan manajemen karbon, Turki dapat mengalami kerugian kompetitif di pasar Eropa.

Risiko dan Peluang: Cara Strategis Untuk Pariwisata Turki
Risiko
- Operator tur yang didanai Uni Eropa mungkin tidak mendukung fasilitas dengan kepatuhan rendah karbon.
- Perubahan rute wisata: Jika pajak penerbangan atau biaya karbon meningkat, wisatawan Eropa mungkin akan beralih ke destinasi lain.
- Dalam jangka panjang, daya saing investasi pariwisata di Turki dapat menurun jika “standar keberlanjutan” tidak ditingkatkan.
Peluang:
- Turki dapat memperkuat citranya sebagai “destinasi ramah karbon” dengan mengambil posisi di bidang pariwisata mewah dan berkelanjutan.
- Hal ini dapat menarik perhatian operator Eropa dengan membuat hotel-hotelnya menarik dengan sistem sertifikasi hijau.
- Dengan berinvestasi dalam efisiensi energi, energi terbarukan, dan proyek-proyek penyeimbangan karbon dengan program-program yang didukung oleh pemerintah, perusahaan dapat memperoleh keuntungan biaya dan meningkatkan daya tariknya.

